Adam Khoo seseorang yang dicap bodoh kemudian berubah menjadi jenius bahkan jadi milyarder di usia 26 tahun berkat NLP

8/07/2010 08:33:00 PM Edit This 0 Comments »

ni adalah cerita tentang seorang Singapura yang awalnya dicap bodoh kemudian berubah drastis menjadi orang yang jenius selalu juara kelas di sekolah dan menjadi milyarder di usia 26 tahun. Tokoh kisah kita ini bernama Adam Khoo. Pada umur 26 tahun dia telah mempunyai empat bisnis yang beromzet US$ 20juta.

Adam Khoo adalah penulis laris dari sepuluh buku, diantaranya adalah I Am Gifted, So Are You! yang menempati peringkat MPH # 1 Best-Seller tahun 1998 dan 1999. Kedua dan buku ketiga How to Multiply Your Child's Intelligence, dan Clueless in Starting a Business.

Buku keempat Khoo Master Your Mind, Design Your Destiny yang merupakan tertinggi kedua buku terlaris di Singapura pada tahun 2004, berada di daftar best-seller selama 36 minggu berturut-turut. Bukunya yang kelima dan keenam, Secrets of Self-Made Millionaires dan Secrets of Millionaire Investor, keduanya menduduki tempat nomor Satu di Daftar The Straits Times Bestseller untuk lebih dari 52 minggu. Bukunya yg ketujuh Nurturing the Winner & Genius in Your Child diluncurkan pada April 2008 (Ranked # 3, The Straits Times Bestseller List 2008) dan buku kedelapan Secrets of Building Multi - Million Dollar Busnissess diluncurkan pada bulan Oktober 2008. Buku kesembilan, Profi from the Panic diluncurkan pada bulan Januari 2009, adalah peringkat # 3 di The Straits Times Bestsellers List 2009. Buku terakhirnya Rahasia Sukses Remaja akan diluncurkan pada September 2009.

Adam Khoo dilahirkan di Singapura tanggal 8 April 1974. Ketika umur 12 tahun Adam dicap sebagai orang yang malas, bodoh, agak terbelakang dan tidak ada harapan. Ketika masuk SD, dia benci membaca; maunya hanya main game computer dan nonton TV. Karena tidak belajar, banyak nilai F yang membuat dia semakin benci kepada gurunya; benci belajar, bahkan juga benci terhadap sekolah

Saat duduk di kelas 3 dia dikeluarkan dari sekolah, dan pindah ke sekolah yang lain. Ketika mau masuk SMP, dia ditolak 6 sekolah, dan akhirnya masuk sekolah yang terjelek. Di sekolah yang begitu banyak orang bodohnya dan tidak diterima di sekolah yang baik itu, Adam Khoo termasuk yang paling bodoh. Di antara 160 murid seangkatan, Adam Khoo menduduki peringkat 10 terbawah.

Orangtuanya panik dan menirim dia ke banyak les, tapi hal itu tidak menolong sama sekali. Di sebuah sekolah dengan nilai 0-100, rata-rata nilainya adalah 40. Bahkan guru matematikanya pernah mengundang ibunya dan bertanya, “Kenapa di SMP kelas 1, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas 4 SD?”

Pada umur 13 tahun, Adam Khoo dikirim ke Super-Teen Program yang diajari oleh Ernest Wong, yang menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning. Sejak saat itu keyakinan Adam Khoo berubah. Ia yakin bahwa dia bisa. Ditunjukkan oleh Ernest Wong bahwa semua orang bisa menjadi genius dan menjadi pemimpin walaupun awalnya goblok sekalipun. Dikatakan oleh Ernest Wong , “Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negative.” Kata-kata ini mempengaruhi Adam Khoo. Dia akhirnya memiliki keyakinan bahwa kalau ada orang yang bisa mendapatkan nilai A, dia juga bisa. Selama ini Adam Khoo bodoh, karena dia masih muda, naïf, dan menerima sepenuh hati kata-kata orang lain yang negative.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Adam Khoo berani menentukan target-nya, yaitu mendapatkan nilai A semua. Dia menentukan goal jangka pendeknya, yaitu masuk Vitoria Junior College (SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjangnya masuk National University of Singapore dan menjadi murid terbaik disana.

Ketika kembali ke sekolah, Adam Khoo langsung take action dengan menempel kata-kata motivasional yang dia gambar sendiri dan belajar menggunakan cara belajar yang benar (yang selama ini tidak diajarkan di sekolah manapun), menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori, dan ketika Adam Khoo ditanyai oleh gurunya, dia bisa menjawab dengan tepat.

Ketika teman-teman dan gurunya bertanya apa yang akan dia raih, dijawab oleh Adam Khoo bahwa dia akan menjadi ranking No.1 di sekolahnya, masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Semua orang menertawakannya, karena tidak pernah terjadi dalam sejarah bahwa lulusan SMP tersebut masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Bukannya jadi loyo karena di tertawakan, Adam Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapai impian dan mengubah sejarah.

Dalam waktu 3 bulan rata-rata nilainya naik menjadi 70. Dalam satu tahun, dari ranking terbawah dia menduduki ranking 18. dan ketika lulus SMP, dia menduduki ranking 1 dengan Nilai Ebtanas Murni A semua untuk 6 mata pelajaran yang diuji. Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulat untuk tiga mata pelajaran favoritnya. Akhirnya dia diterima di National University of Singapore (NUS) dan karena di universitas itu dia setiap tahun menjadi juara, akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 10 mahasiswa yang dianggap jenius.

Bagaimana seorang yang tadinya dianggap bodoh, agak tebelakang, dan tidak punya harapan, serta menduduki ranking terendah di kelasnya bisa berubah, menjadi juara kelas dan dianggap genius? Nah, Anda sudah tahu apa yang dikatakan oleh Ernest Wong, “Yang menghambat kita adalah keyakinan yang salah dan sikap yang negative”. Kesuksesan Adam Khoo pertama datang dari perubahan keyakinan yang salah menjadi keyakinan yang tepat (dari keyakinannya “Saya bodoh, lulus saja susah” menjadi “Kalau orang lain bisa mendapatkan A, saya juga bisa!”)

Kunci suksesnya yang kedua adakah bahwa dia mempunyai tujuan yang mantap (“Nilai saya harus A semua, juara 1, masuk Victoria Junior College, masuk NUS dan menjadi terbaik disana”)

Kunci suksenya yang ketiga ialah bahwa dia mempunyai alasan yang sangat kuat. Dia bahkan mengucapkan public commitment di depan teman-temannya, bicara di depan kelas dan ditertawakan. Akibatnya, kalau tidak dapat nilai A, dia akan malu luar biasa; sedangkan bila mendapat nilai A, dia akan bangga luar biasa.

Kunci suksenya yang keempat adalah bahwa dia mempunyai strategi yang tepat untuk belajar. Dia menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori.

Sekarang ini Adam Khoo adalah Ketua Eksekutif dan Ketua Master Trainer of Adam Khoo Learning Technologies Group Pte Ltd dan Direktur dari tujuh perusahaan swasta lainnya. Khoo juga merupakan direktur dari Singapura Health Promotion Board (HPB). Dia adalah seorang anggota dari Singapura Entrepreneurs 'Organization (sebelumnya Young Entrepreneurs' Organization atau YEO), yang keanggotaannya hanya tersedia untuk para pemilik bisnis di bawah usia 50 tahun, yang menjalankan bisnis dengan omset tahunan minimum US $ 1 juta. Khoo juga diberikan kehormatan di NUS Business School Tokoh-tokoh Bisnis Alumni Award 2008 untuk menjadi salah satu dari Singapura yang paling sukses dan terkemuka pemimpin bisnis.

Kesuksesan dan prestasi Khoo telah ditampilkan di regional media seperti The Straits Times, The Business Times (Singapura), The New Paper, Lianhe Wanbao, Channel NewsAsia (CNA), MediaCorp Channel U dan Channel 8, MediaCorp 938LIVE (sebelumnya NewsRadio 938) dan Modal 95.8FM, The Hindu, The Star dan The Sun Malaysia koran-koran, Majalah Eksekutif, Asian Business the Magazine Untuk Pengusaha, Prestige, Her World Magazine, Calibre Magazine dan banyak lagi. Pada tahun 2007, ia peringkat di antara top 25 terkaya Singapura di bawah usia 40 tahun oleh Majalah Eksekutif.

0 komentar: